Formulir Kontak



Rabu, 25 Januari 2017

Berkiprah dalam Da'wah Berprestasi dalam Kuliah


Allah menciptakan manusia dengan kekurangan dan kelebihan masing-masing untuk menjalani hidupnya. Tak ada manusia yang sempurna. Dengan kekurangan yang manusia miliki, tak jarang mereka khilaf dalam bertindak atau tidak tahu. Dengan sebab belum mengetahui atau lupa. Disinilah fungsi hidup bersosial, untuk mengajak kepada kebaikan dan mengingatkan satu sama lain.

Dalam menyeru kepada kebaikan dan kebenaran tak cukup dengan bermodalkan kata-kata saja tanpa disertai bobot yang bermutu. Kuncinya adalah menuntut ilmu. Dengan ilmu manusia akan hidup lebih terarah, memiliki aturan, dan selamat dari kebodohan.

Ilmu akan rugi tanpa amal, amal tanpa ilmupun akan celaka. Ilmu jika dibawa takan memberatkan yang terjadi adalah meringankan. Ilmu disimpan sendiri takan berkembang atau bahkan beranak. Tapi, jika ilmu dibagikan ia akan menguntungkan dan memperkaya. Itulah sebabnya menyampaikan menjadi suatu keharusan. Dalam sebuah riwayat dikatakan bahwa:

“Barang siapa yang menghendaki kehidupan dunia maka wajib baginya memiliki Ilmu, barang siapa yang menghendaki kehidupan akhirat maka wajib baginya memiliki Ilmu, dan barang siapa yang menghendaki keduanya maka wajib baginya memiliki Ilmu” (HR. Turmudzi)

Sesungguhnya pemuda kita sedang mengalami kekalahan mental. Mereka butuh pembangkit rohani yang dapat melepaskan kegamangan hidup dan kehawatiran masa depan dari pundaknya hingga dapat bangkit kembali, penuh semangat menuju cahaya fajar dan terbitnya matahari, mengibarkan bendera kebenaran, kekuatan dan kemerdekaan.

Berilmu amaliyah-Beramal ilmiyah. Itulah yang seharusnya dilakukan oleh para pemuda- pemudi. Semangat yang tak dimiliki golongan tua, ilmu yang tak dimiliki anak kecil, inilah modal awal bagi remaja. Berkiprah dalam prestasi yang sesuai dengan fashionya akan mudah. Segala sesuatu ada tempatnya, ada waktunya ada caranya dan ada prosesnya, baik itu manusia, benda atau rancangan. Mahasiswa dengan bakat yang mereka miliki kemudian mengabdi pada negri ditambah semangat yang tak dimiliki oleh golongan tua dapat mengubah dunia. Mengaplikasikan segala ilmu yang diraihnya, dalah sebuah prestasi yang jarang dimiliki oleh penuda-pemudi.

Da’wak kepada Allah SWT itu seni yang amat tinggi, diilhami oleh aqidah dan diperbaharui oleh indra yang peka, bersih dan terdidik, diperjelas dengan keterampilan berimvovisasi dan dibalut dengan jiwa yang ramah.

Ilmu bukan untuk disimpan, bukan untuk disombongkan. Tapi, ilmu untuk dijalankan dan dibagikan. Da’wah adalah kewajiban yang harus dilakukan agar tidak sendiri menuju surganya Allah SWT. Karena hidup berjama;ah jauh lebih indah. Da’wah dan ilmupun tak bisa dipisahkan begitu saja. Keduanya saling berkaitan erat. Sarana ilmu menjadi sarana da’wah pula. Tujuan mencari ilmu sama halnya dengan da’wah. Sama-sama menginginkan kehidupan dunia-akhirat yang baik.

Fitri Fauziyah-STEI SEBI

0 komentar:

Poskan Komentar

Popular Posts