Formulir Kontak



Rabu, 25 Januari 2017

Pacaranya Habis Nikah aja



Jadi semuanya berawal waktu aku masih di bangku kelas enam SD, aku amplop gambar hati di laci mejaku suatu pagi. Awalnya aku berpikir itu hadiah dari guruku karena aku mendapat nilai bagus kemarin, tapi ketika aku buka amplop cantik itu. Kalimatnya gak aku mengerti.
“ Belum pernah aku nemuin perempuan kayak kamu Lun, yang periang, senyum kamu bagus, terus kamu tuh pinter tapi gak sombong. Aku suka sama kamu Luna. Ini aku kasih bunga buat kamu simpan ya, nanti kalau layu taruh aja di pot aja, nanti jadi kompos kata mamaku. Luna i love you..”
Apa yang aku pikirkan pertama kali adalah, dia bilang suka pada ku? Memangnya orang bisa disukai ya? Lalu ini bunga dalam amplop dia suruh simpan apa taruh di pot ? eh iya yang kirim surat ini siapa ? terus ini surat diapakan ? Sedang asik aku sama lamunan,teman kelasku datang. Entah aku kenapa waktu itu bingung bukan main! Suratnya aku kasih liat dia atau sembunyikan? Sampai akhirnya aku putuskan simpan di saku seragam.
“ Wah! Bunga mawarmu bagus banget! Petik di mana ? warna pink, cantik! “ temanku spontan bahas bunga yang masih aku pegang. Aku panik, benar-benar lupa soal bunganya yang malah gak aku sembunyikan. Harus cari alasan apa aku ?
“ Bunganya dari aku, bagus kan? “ aku noleh ke sumber suara, itu teman cowok sekelasku namanya Adi. Anaknya usil,hyperaktif,pemalas tapi pintar banget. Entah kesambet apa anak ini berani ngakuk kasih aku bunga mawar di kelas, aduh malunya minta ampun.
“ Kok aku gak dikasih? Aku juga mau dong Di !” ujar temanku tadi, dan Adi pun menjawab.
“ Gak ah! Aku gak suka sama kamu tahu,aku sukanya sama Luna” jawabannya itu buat aku bingung, karena aku masih gak paham bagaimana bisa orang kok disukai? Saking bingungnya aku waktu itu, aku langsung ke kantor guru dan samperin ke guru biologi.
“ Bu, Luna bingung. Manusia itu punya perasaan suka sama apa aja ya Bu?” kalau aku ingat-ingat lagi pertayaan itu dulu, malu banget. Kenapa aku bisa sepolos itu waktu SD ?
“ Manusia itu, suka sama hal yang menyenangkan, menarik , dan yang bisa buat dia senang Nak. Kenapa luna kok tanya begitu? “ jawab guruku sambil memperbaiki jilbabku yang berantakan.
“ Ini Bu, coba baca deh! Adi kasih Luna ini, ”lagi-lagi aku malu ingat kelakuanku dulu waktu itu. Akhirnya guruku baca surat yang menurutku dari Adi tadi, guruku senyum lalu minta aku untuk panggil Adi ke kantor. Jelas aku nurut sama bu guru, aku langsung ke kelas dan bilang ke Adi kalau dia dipanggil bu guru. Mukanya yang riang langsung kecut,tapi akhirnya dia pergi juga ke kantor. Aku balik lagi ke bangkuku sambil liat bunga mawar dari Adi itu.
Beberapa menit kemudian Adi balik ke bangkunya dengan wajah masih kecut. Aku gak tahu apa yang terjadi di kantor antara dia dan bu guru, yang jelas sejak saat itu Adi gak pernah sapa aku lagi. Sifatnya juga berubah, dia gak suka mengusili kami lagi. Ah! Aku gak mau tahu sih Adi diapain bu guru. Tapi sekian lama sejak kejadian hingga akhirnya kami berpisah di sekolah yang berbeda setelah kelulusan.
Aku gak sangka setelah lewat bertahun-tahun, Adi dan aku bertemu lagi. Kali ini dia gak hanya bawa bunga dan surat buatku, dia bawa keluarganya dan barang-barang bagus ke rumahku. Adi bicara pada orang tua dengan ramah dan lembut, sekarang Adi sudah menjadi seorang pengusaha sebuah toko bunga. Dan aku sendiri? Aku guru di sekolah swasta.
“ Luna, sekarang aku ingin serius. Aku masih tetap suka sama kamu seperti waktu SD. Sejak hari aku menyatakan perasaan ke kamu dan dipanggil ke kantor itu aku sadar saru hal Luna “ katanya sambil berlutut di depan ku. Pipiku rasanya panas, di depan orang tua kami, Adi bicara serius sambil berlutut di depanku? Rasanya aku seperti putri di kisah dongeng.
“ Aku sadar, kalau pacaran setelah nikah akan lebih menyenangkan Lun “ lanjut Adi lagi.
“Hah? “ aku hanya bingung dan gak tahu mau bilang apa lagi selain “hah?”
“Kata bu guru waktu itu, kalau pacaran bukan buat anak SD. Tapi buat suami istri yang siap untuk hidup bersama sehidup semati. Jadi, Luna aku tetap pilih kamu untuk jadi pacarku. Kamu mau menikah sama aku ?” Adi menyodorakan aku kotak cincin.
“Adi, ayo kita pacaran ya habis nikah” jawab aku polos seperti saat SD dulu.
Setelah pernikahan kita, kami hidup bahagia di rumah tangga kami.Karena apa? Jomblo itu adalah jalan Allah untuk menghindari kita dari cinta yang salah, supaya pacaran setelah menikah nanti lebih menyenakan. So, jomblo? Santai aja guys.

0 komentar:

Poskan Komentar

Popular Posts